FISIOLOGI HEWAN

Posted in journal on November 2, 2008 by A1-6117

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

TUGAS TERSTRUKTUR

FISIOLOGI HEWAN II

SISTEM SYARAF PADA MAMALIA

oleh :

Yogi Pamungkas B1J006117

Anggia Rosalina N. B1J005216

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS BIOLOGI

PURWOKERTO

2008


PENDAHULUAN

Sistem saraf pada hewan mengkoordinasikan aktivitas otot, memonitor organ, membentuk dan juga menghentikan masukan dari indra, dan mengaktifkan aksi. Komponen utama dalam sistem saraf adalah neuron dan saraf, yang memainkan peranan penting dalam koordinasi. Pada makhluk yang tidak memiliki otak, sistem saraf tidak menghasilkan atau menjalankan pikiran, gerakan dan emosi (lumpuh). Pada manusia yang tergolong ke dalam mamalia sistem syaraf dibagi menjadi tiga, yaitu saraf otak, saraf sumsum tulang belakang, dan saraf tepi. Saraf otak dan saraf sumsum tulang belakang adalah saraf pusat. Pada saraf tepi, saraf menghubungkan antara saraf pusat dengan indera dan otot. Saraf otak ibarat chip dalam komputer. Sistem saraf sendiri merupakan cabang dari sistem koordinasi selain sistem hormon dan sistem otot. (Wikipedia, 2008)

Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit). Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.Sistem saraf tersusun dari berjuta-juta sel saraf. Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi). (http://iqbalali.com/2007/04/29/sistem-syaraf/)

Sistem saraf pada mamalia merupakan sistem saraf yang paling lengkap dan paling komplek. Dalam pembahasan mengenai sistem saraf amalia, lebih ditekankan pada sistem saraf manusia. Hal ini dikarenakan sistem saraf manusia sebagian besar mewakili sistem persarafan yang terdapat pada mamalia. Susunan saraf manusia merupakan bagian tubuh yang paling kompleks dan dibentuk oleh lebih dari 100 juta sel saraf (neuron), dan didukung oleh sel-sel glia yang jumlahnya lebih banyak. Rata-rata setiap neuron memiliki sekurang-kurangnya seribu hubungan dengan neuron lain, membentuk suatu system komunikasi yang kompleks.

Neuron mengadakan komunikasi yang cepat antara kelompok-kelompok sel yang diatur secara serial, sehingga memungkinkan penghantaran informasi yang cepat melewati jarak yang jauh.

Jaringan saraf tersebar di seluruh tubuh berupa jalinan komunikasi terpadu. Secara anatomis, susunan saraf dibagi dalam susunan saraf pusat yang terdiri atas otak dan medulla spinalis; dan susunan saraf tepi yang terdiri atas serat saraf dan kumpulan kecil sel-sel saraf yang disebut ganglion saraf. Secara struktural, jaringan saraf terdiri atas dua golongan sel: sel saraf, atau neuron, yang biasanya memiliki juluran-juluran panjang; dan beberapa jenis sel glia, yang memiliki juluran-juluran pendek, yang menunjang dan melindungi neuron dan berperan serta dalam aktivitas neural, nutrisi neural, dan proses pertahanan dari susunan saraf pusat. http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/biologi-umum/sistem-syaraf

PEMBAHASAN

Sistem saraf pada mamalia merupakan suatu tingkatan tertinggi dari sistem saraf pada hewan. Hal tersebut dikarenakan kelengkapan dan ketelitian baik dilihat dari struktur selnya maupun dari fungsi tiap sel yang menyusun sistem saraf tersebut. Saraf itu sendiri merupakan serat-serat yang menghubungkan organ-organ tubuh dengan sistem saraf pusat (yakni otak dan sumsum tulang belakang) dan antar bagian sistem saraf dengan lainnya. Saraf membawa impuls dari dan ke otak atau pusat saraf. Neuron kadang sisebut sebagai sel-sel saraf, meski istilah ini sebenarnya kurang tepat karena banyak sekali neuron yang tidak membentuk saraf.Saraf adalah bagian dari sistem saraf periferal. Saraf aferen membawa sinyal sensorik ke sistem saraf pusat, sedangkan saraf eferen membawa sinyal dari sistem saraf pusat ke otot-otot dan kelenjar-kelanjar. Sinyal tersebut seringkali disebut impuls saraf, atau disebut potensial akson. Sedangkan neuran adalah sel-sel saraf yang menyusun sistem saraf sendiri. Sel saraf atau neuron berfungsi mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Jutaan sel saraf ini membentuk suatu sistem saraf. Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf.

Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit). Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek. Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.

Gambar sel saraf dan urutan impuls masuk

Gambar mekanisme kerja sistem saraf

Ketika sistem saraf terganggu maka kerja tubuh untuk melakukan kegiatan juga terganggu dan juga mempengaruhi sistem organ tubuh yang lain. Dalam suatu penelitian (Anonim 1994; 1985; 2002; 2002) Akrilamida bersifat iritan dan toksik. Efek lokal berupa iritasi pada kulit, dan membran mukosa. Iritasilokal pada kulit ditunjukkan dengan melepuhnya kulit disertai dengan warna kebiruan pada tangan dankaki, efek sistemik berhubungan dengan paralisis susunan saraf pusat,tepi, dan otonom sehingga dapat terjadi kelelahan, pusing, mengantuk,dan kesulitan dalam mengingat. Berdasarkan uji klinis, ditunjukkan bahwa paparan akut dosis tinggi akrilamida memicu tanda-tanda dan gejala gangguan saraf pusat, sedangkan paparan akrilamida dalam jangka waktu yang lama dengan dosis yang lebih kecil dapat memicu gangguan pada sistem saraf tepi. Setelah paparan terhadap akrilamida dihentikan, gangguan-gangguan tersebut dapat berkurang, tetapi dapat bertahan hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan yang telah ada dapat diambil kesimpulan bahwa :

  1. Sistem saraf pada hewan khususnya mamalia merupakan suatu sistem terpenting dalam keberlangsungan hewan tersebut.

  2. Ganguan pada sistem saraf dapat menyebabkan berbagai penyakit pada organismenya, bahkan kanker pun dapat disebabkan oleh gangguan saraf.

  3. Ganguan sistem saraf dapat disebabkan oleh zat-zat kimia berbahaya.

  4. Sisrem saraf mempunyai 3 fungsi yang saling tumpang tindih yaitu sistem input sensoris, integrasi, dan output motoris.

DAFTAR PUSTAKA

Dan Ryder and C.B. Martin. University of North Carolina, Chapel Hill; University of Calgary

http://bima.ipb.ac.id/~tpb-ipb/materi/bio100/Gambar/jaringan/sel_saraf.jpg

http://iqbalali.com/2007/04/29/sistem-syaraf/

Harahap Yahdiana. 2006. Pembentukan Akrilamida dalam Makanan dan Analisa. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. III, No. 3, Desember 2006, 107 – 116

Harwikarya. 2004. Optimasi Variabel Persamaan Pulse Coupled Neural Network. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur

fisiologi hewan (sistem saraf)

Posted in journal with tags on November 1, 2008 by A1-6117

Arti Penting Genome Manusia

Posted in Uncategorized on September 24, 2008 by A1-6117

Nama : Yogi Pamungkas

NIM : B1J006117

Kelas : A1

e-mail : igoy_04_stella@indonesia.com

Blog : A1-6117.wordpress.com

Jenis topik : A1-GM11

Genom manusia masih menjadi hal yang penting dalam dunia penelitian dalam bidang biologi sampai saat ini dan akan selalu menjadi perhatian untuk than-tahun yang akan datang. Arti penting adanya penelitian ini adalah mengetahui tentang urutan isi gen di dalam genom manusia itu sendiri dan akan sangat berharga untuk kehidupan manusia, bahkan jika ada beberapa gen yang tidak di ketahui fungsinya. Tidak hanya berisi tentang urutan gen-gen yang mengkode setiap bagiannya, tetapi juga membahas mengenai tata letak atau pengaturan daerah gen tersebut. Dalam hal ini ada beberapa gen yang memeiliki kelainan fungsi, dan itu nerakibat pada timbulnya penyakit genetic pada manusia. Dan rincian gen manusia yang telah ada akan memberikan jalan keluar terhadap gen dengan disfungsinya tersebut, hal ini akan menjadi suatu dasar untuk memepelajari penyakit genetik tersebut, dan berharap lebih pada penanganan dan penanggulangannya.

Penelitian mengenai genom akan memberikan keuntungan yang berlebih pada saat ini dan atau hanya memberikan dugaan-dugaan saja terhadap pengetahuan mengenai genom itu sendiri. Kita dapat melihat pada genom manusia, secara umum dibandingkan dengan genom organisme dari jumlah DNA intergenik. Sampai saat ini kebanyakan intergenic DNA tidak memiliki fungsi yang jelas, hal itu dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang itu dan intergenik DNA tidak dapat di terka secara jelas dan dari segi apapun. Oleh sebab itu penting bagi kita dalam memahami dan mengetahui tentang seluk beluk dari pengertian genom itu sendiri dan juga bagaimana kitamemperdalam pengetahuan ini dengan teknologi pendukung yang sangat terbatas.

Daftar Pustaka

Brown, T.A (2002) DNA in Genomes, 2nd ed., http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.section.5234 diakses tanggal 24 September 2008

Situs Terkait

1. www.genome.org/cgi/reprint/11/12/1975.pdf

2. http://www.genetics.org/cgi/content/full/165/3/1629

http://static.flickr.com/114/301777203_8c7b985b79.jpg

Posted in Uncategorized on June 7, 2008 by A1-6117

AHLUL BAIT

Posted in kajian on May 19, 2008 by A1-6117

Katagori : Cinta Rasul

Hendaklah kalian mencintai Allah
karena Dia memelihara kalian dengan nikmat-nikmatNya.
Dan cintailah aku demi cintamu kepada Allah.
Dan cintailah akhli rumahku demi cintamu kepadaku.
(H.R. At Tirmidzi, Al Hakim dari ibnu abbas)

Ketika serial Asy-syura tentang ahlul bait ditayangkan, maka hati-hati yang cinta akan ahlul bait merasakan sejarah dirinya berulang di depan kaca bisu. Mereka terkesima, berdegup, sedih, haru serta muncul perasaan duka mendalam. Karena ahlul bait adalah keluarga Rasulullah Sholallahu Allaihi Wassalam, keluarga Nabi kita, junjungan yang kita cintai, pembawa risalah yang karenanya kita menerima al-islam.

Ahlul bait adalah cermin kita yang izzah (kemuliaan) mereka adalah izzah kaum Muslimin, izzah kita semua, Yang al qur’an mulia menyebut dan mengabdikan mereka. “Ya ahlul bait, Allah akan membersihkan kamu sebersih- bersihnya”

Betapa hati kita terasa teriris, manusia-manusia mulia yang datang ke kuffah untuk suatu kemuliaan Islam malah mendapat suatu penghinaan bahkan pembantaian biadab dari orang-orang yang mengaku mengimani Rasulullah Muhammad. Hampir-hampir seperti mimpi ada manusia yang penuh kontradiksi semacam itu; berkata mencintai Rasulullah namun menghinakan cucu-cucu dan ahlul baitnya. Sepertinya mustahil muncul manusia yang bersalawat dan menyampaikan salam kepada junjungan kita Khotamul anbiya wal mursalin, namun dengan teganya menyusahkan para akhli keluarga beliau.

Bandingkan dengan sahabat awallun Muslimin, yang jangankan akan menyusahkan ahlul bait, menukar nyawa sendiri agar rasulullah tak tertusuk duri sekalipun akan mereka lakukan. Bahkan para pembesar quraish sampai frustrasi menghadapi manusia-manusia baru, manusia-manusia aneh, yang demikian cinta dan tunduk patuh kepada Rasulullah lebih dari rasa cinta dan tunduk patuh mereka pada bapak-bapak atau ibu-ibu mereka. Mereka bertabarruk, berebut untuk menerima makanan sisa dari Rasulullah, berebut untuk mendapat air bekas wudhu Rasulullah, saling berlomba untuk memberi kebaikan kepada belahan hati mereka.

Para sahabat awallun Muslimin menyebut putri Rasulullah, sebagai az zahra, fatimah az zahra. Zahra adalah bunga. Bunga islam, bunga dari segi akhlaq, kehalusan dan segalanya. Para sahabat mencintai fatimah az zahra lebih daripada mereka mencintai anak-anak mereka sendiri. Mengapa ? Karena fatimah az zahra adalah putri junjungan mereka, putri seseorang yang telah menyelamatkan mereka dunia dan akhirat, putri Rasulullah yang karena perantaraan beliau azab neraka yang sangat dahsyat ditukar dengan syurga yang penuh dengan kenikmatan.

Maka kita menjadi sepakat hanya manusia-manusia biadab saja yang berakhlaq seburuk itu kepada ahlul bait di kuffah. Adalah mustahil manusia yang berkhudwah, beruswah kepada tauhidul uswah, Rasulullah SAW akan bersikap tak sopan kepada ahlul baitnya. Dimana al hub (cinta)? Dimana tabarruk?

Inilah salah satu fitnatul qubra (fitnah besar) bagi dien Allah, munculnya sekelompok manusia yang mencoreng-moreng izzatul Islam, mencoreng islam dengan alasan islam, menghancurkan islam dengan senjata islam. Mereka jahil, tapi mereka tidak sadar.

Insya Allah kita dimasukkan Allah dalam kelompok manusia yang cinta akan ahlul bait lebih dari rasa cinta kita kepada keluarga kita sendiri, amiin.

Karbala: Perjuangan Abadi

Posted in Uncategorized on May 19, 2008 by A1-6117

diterjemahkan dari artikel Karbala: Everlasting Stand

Apa yang sedang anda simak sekarang adalah kisah seorang besar yang kebangkitannya tidak ada bandingannya dalam catatan sejarah. Sebuah revolusi dengan tujuan yang sangat agung, sebuah kemenangan yang merasuk dalam dan sejatinya adalah sebuah keputusan reformasi melawan penaklukan. Kisah Imam Husain, cucu dari Nabi Islam, dan perjuangannya yang abadi.

Setelah dalam tahun-tahun kekuasaan tirani yang tidak adil, api terang Islam menjadi redup dan dijaga nyalanya oleh hanya sebagian kecil orang yang setia. Agama menjadi alat belaka ditangan penguasa lalim yang mengangkangi ajarannya yang agung dan prinsip-prinsip mulianya.

Hidup di tengah dominasi sosial dari korupsi dan pilih kasih, dengan hukum dan kekayaan di tangan elite, komunitas muslim menjadi pasif dan tidak hirau dengan kesulitan yang akan dihadapi. Walau keruntuhan masyarakat terjadi dengan cepat, satu ganjalan tetap berada di tengah-tengah jalan rejim penuh dosa dan menghalanginya untuk mencapai tujuan dangkalnya. Rejim lalim ingin memperkuat kendali kekuasaannya atas umat Islam dengan mendapatkan legitimasi dari Ahlulbait Nabi, yang dianggap oleh kalangan umum saat itu sebagai perwujudan ajaran hakiki Islam. Tetapi harapan ini tetap hampa, walaupun tekanan-tekanan hebat diberikan kepada mereka; Ahlulbait Nabi tetap tegas dalam mengkritik ketidakadilan penguasa.

Ditengah masa kemerosotan etika sosial, Imam Hasan, kakak Imam Husain, mengadakan pertemuan rutin di Madinah, kota kakeknya, Rasulullah. Dalam pertemuan tersebut dia mengungkapkan keluhan masyarakat dan menyampaikan kepada mereka ajaran-ajaran Islam, menjelaskan hak-hak asasi dan dan hak kemerdekaan mereka. Dengan cara ini, kelompok khusus yang terdiri muslim yang soleh terbentuk berdasarkan keyakinan teguh akan perlunya spiritualitas dan keadilan di masyarakat, menggunakan pena, dan menyarungkan pedang, untuk mewujudkan reformasi.

Sebelum kematiannya, Hasan menunjuk Husain sebagai orang yang menjaga urusan komunitas Islam. Dengan ini, dia mengikuti perintah Nabi yang terkenal: ”Hasan dan Husain keduanya adalah pemimpin, apakah mereka sedang melakukan perlawanan ataupun tidak.” Imam Husain meneruskan upaya Hasan yang kematiannya tidak meninggalkan kekosongan dari usaha menegakkan persamaan dalam kesalehan, pengetahuan dan kebijaksanaan.

Dengan kematian ayahnya, Yazid mengambil alih kendali kekuasaan dan mengangkat dirinya sebagai pimpinan kerajaan Islam. Karakter Yazid adalah seorang yang brutal dan kejahatannya tak mengenal batas. Dengan keterbukaan dia melakukan kemaksiatan dalam bentuk perzinahan, inses dan minum anggur, yang jelas kontradiktif dengan ajaran Islam, Yazid menunjukkan dirinya sebagai produk akhir dari keluarga yang memiliki akar permusuhan yang mendalam terhadap Islam.

Tidak seperti pendahulunya, Yazid tidak menggunakan kelihaian politik ataupun kehati-hatian ayahnya. Diantara tindakan nyata yang dilakukannya sebagai pimpinan, Yazid mendesak baiat dari Husain, yang dia tahu sekali bahwa penerimaan dari seluruh komunitas muslim tidak akan berarti tanpa penerimaan Husain. Dalam jawabannya untuk menolak permintaan tersebut, Husain dengan penuh keagungan menjawab:”..seorang sepertiku tidak akan pernah membaiat seorang sepertinya.” yang dengan jawaban ini memperjelas prinsip universal dari alasan dasar perjuangannya.

Dengan ini sebuah pengorbanan agung yang melampaui batas kasta, keyakinan dan agama sedang berlangsung. Husain bangkit untuk mengembalikan kemerdekaan, perdamaian, persamaan dan keadilan; kualitas yang mana pesan ilahian telah disempurnakan tapi terus digerogoti oleh mereka yang membajak agama dan bertindak mengatasnamakan agama. Dalam wasiatya sebelum meninggalkan Madinah, Husain menulis:”Aku bangkit melawan untuk mereformasi komunitas kakekku. Aku menginginkan penganjuran kepada kebaikan dan penolakan kepada kejahatan (amar bil maruf wa nahi anil munkar)”.

Diantara ciri unik dari revolusi Husain adalah lekatnya pergerakan dengan tujuan agungnya. Husain tidak membiarkan kemarahan tak terkendali atau tekanan yang diberikan penguasa lalim di masanya mempengaruhi sedikitpun pergerakannya. Walaupun di tengah besarnya bahaya yang dihadapinya, setiap gerakannya dipertimbangkan dan dieksekusi dengan matang dan presisi tinggi. Sesungguhnya banyak di dalam kalangan masyarakat, yang ikut merasakan kelaliman Yazid dan pembantu-pembantunya, terus menasihati Husan untuk mengambil langkah lainnya. Beberapa menganjurkan Husain mencari perlindungan di dalam Mesjid Suci (Kabah) atau tempat pelarian di pegunungan Yaman, dimana dia akan aman dari pasukan Yazid, tetapi Husain tahu benar kebejatan karakter Yazid dan lebih penting lagi, kebutuhan utama akan reformasi di tengah komunitas.

Pada hari kesepuluh Muharan, bulan pertama dalam kalender Islam, Husain berjuang dengan gagah berani bersama 72 sahabat dan anggota keluarganya di dataran Karbala, yang sekarang berada dalam wilayah Irak, menghadapi sepasukan tentara dengan jumlah lebih dari 30000 orang. Dimalam sebelum hari pengorbanan agung, Husain meminta sahabatnya untuk meninggalkannya karena mereka telah menunjukkan kesetiaan dan kepatuhan, tetapi mereka tetap teguh untuk bertahan tinggal.

Kenapa bisa terjadi hal ini didepan kepastian kematian? kita akan bertanya. Jawabannya jelas: dengan kehadiran Imam, mereka telah merasakan kebenaran, kemerdekaan dan keadilan dan di atas segalanya, arti hidup yang sebenarnya. Meninggalkan Husain akan lebih buruk daripada kematian! Hal itu harusnya mengejutkan kita bahwa di hadapan pasukan yang sangat besar, para sahabat Husain mulai menyongsong musuh atau melakukan shalat ditengah hujan anak panah dan tombak. Sesungguhnya untaian sajak Husain: “Mati dalam Kemuliaan lebih baik daripada Hidup dalam Kehinaan”, telah bergaung ke seluruh perkemahan, termasuk wanita, anak muda dan orang-orang tua yang berumur lebih dari 90 tahun.

Perkemahan kecil Husain dihancurkan, semua lelaki dibantai dengan brutal, wanita dan anak-anak ditawan dan berparade dalam tampilan yang memalukan mengitari kota-kota. Tetapi, tragedi ini segera dikenal dalam buku-buku sejarah sebagai ”Tragedi Karbala”. Sebuah narasi yang pengagumnya terus bertambah berlipat-lipat di seluruh penjuru dunia – termasuk pengikut dari kepercayaan dan bangsa lain. Dengan ini, Husain menjadi pemenang atas musuhnya yang berbekas mendalam dan ditulis dengan kemurnian darah, kisah teragung dari semua epik sejarah kepahlawanan dan keyakinan.

Hari Imam Husain menjadi syahid di dataran Karbala adalah hari dia dilahirkan kembali, dengan memulai revolusi yang telah melepaskan jeritan abadi kebenaran dan keadilan, yang tertanam di hati muslimin selama 1400 tahun.

Hari ini kita bertanggungjawab atas sebuah keyakinan mulia – Warisan Agung Husain – Sebuah hartakarun yang memberikan kebijaksanaan yang indah dan kekuatan ketabahan kepada para pencari. Warisan Husain memberi contoh sempurna kepada setiap masyarakat tertindas bagaimana mengatasi kejahatan tirani dan penindasan. Kami mengundang anda untuk membuat perubahan hari ini dengan bergabung dengan jutaan orang di seluruh dunia memperingati kematian pahlawan agung dan nilai-nilai yang diperjuangkannya. Dengan memperingati kematian Husain, kita memberikan pesan kepada dunia bahwa perjuangan kita dalam membela nilai kebenaran adalah sebuah ”Perjuangan Abadi”

TAKSONOMI BARU ENTEROBACTERI SAKAZAKII

Posted in Uncategorized on May 9, 2008 by A1-6117

Enterobacter sakazakii adalah suatu pathogen oportunis yang dapat menyebabkan infeksi/peradangan seperti necrotizing enterocolitis, bacteraemia, radang selaput otak,sumsum belakang dan otak abscess/lesions. Ketika jenis ini ditemukan pada tahun 1980, 15 biogroups diuraikan dan diusulkan menjadi berbagai spesies. Dalam mempelajari hubungan taksonomi mengenai bateri E. sakazakii harus dilakukan kajian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Ketakutan terhadap E. sakazakii di kelompokkan secara terpisah atas dasar sidik jari f-AFLP, ribopatterns dan sepanjang 16S rRNA gen urutan. DNA-DNA hibridisasi yang diungkapkan ada lima genomospecies. Genomospesies secara fenotipik dapat ditentukan dan diidentifikasi secara biokimia. Studi ini menjelaskan taksonomi E. sakazakii dan mengusulkan suatu penggolongan kembali organisma ini. Enterobacter sakazakii dinyatakan sebagai suatu spesies baru pada tahun1980 oleh Farmer dkk. DNA-DNA hybridisasi tidak memberi kejelasan mengenai E.sakazakii karena hanya menunjukkan 53–54% keterkaitannya dengan spesies yang memiliki 2 genera yang berbeda, Enterobacter dan Citrobacter.

Nama : Yogi Pamungkas

NIM : B1J006117

Email: igoy_04_stella@indonesia.com

BLOG: http://holymajesty.wordpress.com/

Pustaka:

Carol Iversen, Angelika Lehner, Niall Mullane, Eva Bidlas, Ilse Cleenwerck, John Marugg, Séamus Fanning, Roger Stephan and Han Joosten (2007) The taxonomy of Enterobacter sakazakii: proposal of a new genus Cronobacter gen. nov. and descriptions of Cronobacter sakazakii comb. nov. Cronobacter sakazakii subsp. sakazakii, comb. nov., Cronobacter sakazakii subsp. malonaticus subsp. nov., Cronobacter turicensis sp. nov., Cronobacter muytjensii sp. nov., Cronobacter dublinensis sp. nov. and Cronobacter genomospecies, BMC Evolutionary Biology, 7:64

 

unnamed to get darkness

Posted in Uncategorized on March 25, 2008 by A1-6117

Hello world!

Posted in Uncategorized on March 25, 2008 by A1-6117

damn_picture012.jpgmusuh terbesar dalam hidup adalah kenyamananWelcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!